PERSIAPAN: Kepala KUI Unismuh Palu Dr Sri Jumiyati usai mempersiapkan stand Pameran Pendidikan di Hat-Yai Thailand, kemarin (16/8).

PERSIAPAN: Kepala KUI Unismuh Palu Dr Sri Jumiyati usai mempersiapkan stand Pameran Pendidikan di Hat-Yai Thailand, kemarin (16/8).

Ikut Pameran Pendidikan dan Kemah Pertukaran Budaya

PALU – Universitas Muhammadiyah Palu terus memantapkan berbagai kegiatan Internasional. Selain telah mengirimkan mahasiswa untuk ikut KKN di luar Negeri sebanyak dua kali. Kali ini, Unismuh Palu mengikuti Pameran Pendidikan di Hat-Yai Thailand, pada 17-18 Agustus 2018. Kegiatan itu diikuti oleh Unismuh Palu bersama 160 Perguruan Tinggi lainnya dari Asia dan Australia.
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Unismuh Palu, Dr Sri Jumiyati SP MSi mengatakan, di arena Pameran Pendidikan Internasional itu, Unismuh Palu memamerkan berbagai keberhasilan Unismuh Palu, termasuk juga visi dan misi Unismuh Palu agar diketahui khalayak Internasional.
“Harapan kita kedepan, Unismuh Palu dikenal hingga Mancanegara, sehingga ada mahasiswa luar negeri, khususnya dari Thailand, yang bakal Kuliah di Unismuh Palu. Jika banyak peminat, kita akan membuka kelas Internasional,” jelasnya kepada Radar Sulteng, saat dihubungi via ponselnya, Kamis (16/8).
Kata dia, sebagian besar proses pengenalan melalui brosur atau yang lainnya, disajikan di pameran itu menggunakan bahasa Thailand agar memudahkan pengunjung mamahami pesan dari Unismuh Palu dalam pameran tersebut. “Kita pakai bahasa lokal di sini (Thailand,red) agar mudah dipahami pengunjung. Harapan kami, kedepan banyak warga Thailand yang kuliah di Unismuh Palu,” jelasnya.
Selain ikut pameran Pendidikan itu, Universitas Muhammadiyah Palu juga telah mengikuti Kemah Pertukaran Budaya di Thailand. Tepatnya di Walailak University Cultural Camp (WUCC), yang merupakan kegiatan kemah budaya yang diadakan oleh pihak Walailak University di Provinsi Nakhon Si Thammarat dan Bangkok Thailand.
Kegiatan itu, diikuti oleh mahasiswa FKIP Unismuh Palu atas nama Dora Akfin Rahadian, dimana pesertanya saling mempromosikan adat dan budaya antar Negara. Pesertanya berjumlah 160 orang dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia. “Kegiatan WUCC itu merupakan kegiatan kemah budaya yang kedua kalinya dan pertama kalinya diikuti oleh Unismuh Palu,” jelasnya.
Kata dia, untuk bisa menjadi peserta Kemah Budaya, para pendaftar diwajibkan mengikuti seleksi mulai dari pengisian formulir dan juga data-data yang mencakup surat rekomendasi dari dekan, transkip nilai, pasport, foto profil, surat keterangan sehat, mampu berbahasa Inggris dengan baik, dan tidak berumur lebih dari 30 tahun. Disamping itu, diwajibkan untuk membuat tulisan esai sebanyak 600-1.000 kata dengan topik “What is your view on cultures without borders in the globalized world?”.
“Mahasiswa kita atas nama Dora Akfin Rahadian berhasil lolos dan menjadi satu-satunya peserta dari Sulawesi Tengah serta menjadi salah satu dari 7 orang partisipan dari Indonesia. Prestasi ini patut dibanggakan karena tidak saja membawa harum nama Unismuh Palu, tapi juga telah menunjukkan eksistensi almamaternya lewat kemampuannya berbahasa Inggris,” tandasnya.
Kegiatan kemah pertukaran budaya itu, dilaksanakan 16–23 Juni 2018 yang lalu, bertempat di Provinsi Nakhon Si Thammarat, Thailand. Dalam kegiatan ini, terdapat lebih dari 750 pendaftar Internasional dari 300 universitas, 50 negara, dan 5 benua di seluruh dunia, tetapi hanya 160 peserta saja yang terpilih yaitu 100 peserta Non-Thai dan 60 peserta Thai yang berasal dari Walailak University.
“100 peserta Non-Thai yang terpilih berasal dari berbagai negara seperti Afganistan, Afrika, Albania, Amerika, Banglades, Kamboja, Cina, Kolombia, Mesir, Filipina, Prancis, Hungaria, India, Indonesia, Iran, Rusia, Sri Langka, Taiwan, Timur Leste, Ukraina, dan Vietnam. Tujuh orang peserta dari Indonesia, tiga di antaranya berasal dari Perguruan Tinggi Muhamamdiyah,” termasuk Unismuh Palu,” pungkasnya.(fer)

Unismuh Palu Naik Peringkat
Rektor Serahkan Sertifikasi dan SK Kenaikan Pangkat Dosen