SEJARAH
article 1

1. Cikal Bakal Universitas Muhammadiyah Palu
Perserikatan Muhammadiyah termasuk organisasi kemasyarakatan yang terpandang di Sulawesi Tengah. Seperti diketahui bahwa amal usaha Muhammdiyah bergerak di bidang dakwah, pendidikan dan sosial, olehnya itu tidaklah heran kalau warga masyarakat Muhammadiyah berinisiatif untuk mendirikan perguruan tinggi di Kota Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah.
2. FIP Muhammadiyah Cabang Palu

Sesuai dengan dambaan masyarakat Muhammadiyah di Kota Palu, maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Muhammadiyah Makassar, maka pada tahun 1969 berdirilah perguruan tinggi yang bernama Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Muhammadiyah Makassar Cabang Palu dan ditunjuk Bapak Drs. Syamsuddin Hi. Chalid, selaku Dekan, Bapak Drs. Syafruddin sebagai Sekretaris, bertempat di Desa Wani Kecamatan Tawaeli Kabupaten Daerah Tingkat II Donggala.3.    Universitas Muhammadiyah Sulawesi Tengah
Pada tahun akademik 1976/1977 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah yang diketuai Bapak H. Moh. Arsyad mengadakan komunikasi dengan Dekan Fakuktas Ilmu Agama dan Dakwah (FIAD) Muhammadiyah Yogyakarta Cabang Palu Bapak Drs. A. Rahman Getteng, Sekretaris Bapak Drs. Dahlan Petalolo. Pada tahun itu juga kedua Fakultas itu (FIP Cabang Palu digabung menjadi Universitas Muhammadiyah Sulawesi Tengah), Rektor dijabat Bapak Drs. Muhammad Ridwan, sekretaris Bapak Drs. Tjatjo Thaha.
Setelah beraktivitas beberapa tahun kemudian mengalami kemacetan dengan beberapa kendala antara lain: Mahasiswa FIP sangat kurang yang datang kuliah, sedang FIAD berjalan apa adanya seperti kata pribahasa mati segan hidup tak mau. Tetapi bagaimanapun usaha ini telah menghasilkan beberapa Sarjana Muda pendidikan dan Sarjana Muda Agama.
4. STKIP Muhammadiyah Palu
Mengingat pentingnya masalah pendidikan dengan kaitannya perguruan tinggi di daerah ini maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembah Palu, diketuai Leonar Mohammad Syafar, B.BA, bekerjasama dengan tokoh-tokoh fungsional Muhammadiyah dan masyarakat termasuk para dosen dari kalangan anggota Muhammadiyah dengan para masyarakat yang bersimpatik dan mengajar pada waktu itu di IKIP Ujung Pandang Cabang Palu berupaya mengaktifkan kembali perguruan tinggi tersebut.
Pada tahun 1981 FIP Muhammadiyah Makassar cabang Palu mulai kena angin segar; dan perguruan tinggi ini diberi nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Palu, Dekan dijabat Bapak Drs. Nurdin Rahman, STKIP Muhammadiyah Palu mempunyai dua Jurusan, yakni Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Ketua Bapak Drs. Syarifuddin dan Jurusan Bahasa Inggris Ketua Bapak Drs. Asri Hente, perguruan tinggi ini mengambil lokasi Kampus di Mesjid Al-Munawwarah Muhammadiyah Ujuna Kota Palu.
Di dalam membina suatu usaha dengan inisiatif swadaya dan dana masyarakat itu sendiri, maka tidak dapat disangkal bahwa suka duka datang silih berganti dan bervariasi sehingga teringatlah pesan KH. Ahmad Dahlan “Hidup-Hiduplah Muhammadiyah dan jangan mencari penghidupan dalam Muhammadiyah”. Karena dibalik itu semua tersimpan suatu cita-cita mulia yang Insya Allah upaya ini akan bergulir, berkesinambungan serta berkelanjutan menurut tercapainya masyarakat Madani yang diridhoi Allah swt.
5. Universitas Muhammadiyah Palu
Suatu cita-cita yang mendasar apalagi yang menyentuh iman, nilai dan kultur menuntut pergaulan budaya baru, karena itu biasanya tidak kunjung padam sebelum menjadi kenyataan. Itulah salah satu motivasi/ dorongan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah yang diketuai Bapak Drs. Syamsuddin Hi. Chalid bersama para tokoh fungsional Muhammadiyah dalam masyarakat Palu yang memahami masalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, selalu mencari solusi untuk berdirinya suatu perguruan tinggi yang bernaung di bawah persyarikatan Muhammadiyah di daerah ini. Para penginisiatif berusaha untuk memberi kontribusi bagi pembangunan di daerah ini. Akhirnya bulat air dalam pembuluh, bulat kata dalam mufakat, lalu melahirkan kesepakatan berdirinya perguruan tinggi Muhammadiyah yang diberi nama Universitas Muhammadiyah Palu disingkat Unismuh Palu.
Dengan memperhatikan peristiwa sejarah, maka masalah yang telah terjadi merupakan momentum yang melekat pada usaha itu seperti poin a, b, dan c di atas adalah suatu kenyataan yang merupakan cikal bakal, tegaknya Universitas Muhammadiyah Palu sekarang ini. Lokasi kampus perguruan tinggi ini bernama Kampus Biru yang terletak di ketinggian di atas perbukitan berdampingan dengan eks. Arena MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) Nasional Tahun 2000 di tengah-tengah Kota Palu Wilayah Kecamatan Palu Timur, Kelurahan Talise.
a. Universitas Muhammadiyah Palu Diresmikan
Dengan mencermati perkembangan zaman terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka imbas ilmu pendidikan memegang peranan terutama pendidikan tinggi. Secara empiris sosiologis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah yang diketuai Bapak Drs. Syamsuddin Hi. Chalid waktu itu, terimbas mengambil inisiatif bangkit dan melangkah pasti secara pro-aktif dengan memegang teguh dakwah amar makruf nahi mungkar. Pada tanggal 2 Agustus 1983 seberkas cahaya bersinar bertempat di Golni (Gelanggang Olah Raga dan Seni) Kota Palu. Universitas Muhammadiyah Palu diresmikan berdirinya oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Majelis Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan yang diwakili Bapak Drs. Haiban dengan melantik Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palu periode 1983/1987.
Dengan Komposisi Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palu sebagai berikut:
• Rektor: Drs. H. Rusdy Toana
• Pembantu Rektor I (Bidang Akademik): Drs. Tjatjo Thaha
• Pembantu Rektor II (Bidang Administrasi Keuangan): H. Nurdin Rahman, SH.
• Pembantu Rektor III (Bidang Kemahasiswaan dan Alumni): Drs. Syafruddin
Pada waktu itu bertepatan meletusnya gunung Colo di Kepulauan  Una-Una Kabupaten Daerah Tingkat II Poso, sehingga kota Palu dilanda hujan abu, suatu pertanda bahwa tanah (lahan pertanian) Sulawesi Tengah akan mengalami kesuburan. Peresmian itu dapat terlaksana setelah mendapat rekomendasi dari dua pejabat teras Sulawesi Tengah yakni Bapak Drs. H. Ghalib Lasahido Gubernur Sulawesi Tengah dan Bapak Prof. Dr. H. A. Mattulada Rektor Universitas Tadulako.
Kemudian Pimpinan Universitas Muhammadiyah Palu membuat proposal yang disampaikan kepada Kopertis Wilayah IX Sulawesi Bapak Prof. Dr. Hasan Walinono dan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi Bapak H. A. Moerad Oesman di Ujung Pandang, dalam rangka untuk memperoleh status sebagai perguruan tinggi swasta yang terdaftar. Selanjutnya menyusul Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tengah Majelis Pendidikan dan Kebudayaan (PPK) No. E.123/BO5/ PWM-ST/1983 Tanggal 27 Rajab 1403 H/ 7 Mei 1983 M, dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, masing-masing nomor:
• 047/O/1987 tanggal 6 Agustus 1987
• dan 274/DIKTI/KEP/1994 Tanggal 11 Oktober 1994.
• 351/DIKTI/KEP/1998 Tanggal 11 Pebruari 1998
Pada akhirnya Universitas Muhammadiyah Palu menjadi perguruan tinggi swasta terbesar setelah Universitas Tadulako di Sulawesi Tengah.
1) Perkembangan Universitas Muhammadiyah Palu
a) Pada tahun ajaran 1984/1985 Koordinator Wilayah IX Sulawesi memberi izin operasional Fakultas Teknik Jurusan Sipil, Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa Inggris dan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Sedang Fakultas Ilmu Agama dan Dakwah memperoleh status terdaftar dari Departemen Agama Republik Indonesia dengan SK Dirjen Bina Kelembagaan Agama Islam Nomor : Kep/E/PP.009/173/85 tanggal 1 Juli 1985. di samping itu Kopertais Wilayah VIII Sulawesi memberi izin operasional Fakultas Syari’ah.
b) Pada tahun 1985 Perpustakaan Universitas Muhammadiyah diresmikan dengan Kepala dijabat oleh Ibu Ucu Windaryati Ruslin Abdullah, SH. Perpustakaan ini telah menjalin hubungan dengan Asia Foundation sehingga selalu mendapat bantuan buku-buku dari badan ini.
c)  Pada tahun 1987 Universitas Muhammadiyah Palu berhasil memperoleh gedung pinjaman (bekas STM) di Bumi Nyiur Palu atas izin Gubernur Sulawesi Tengah dan Kakanwil Depdikbud Sulawesi Tengah sebagai gedung perkantoran.
d) Pada Tahun Ajaran 1988/1989 Universitas Muhammadiyah Palu mendapat lokasi kampus 15 Ha di Kelurahan Talise Wilayah Kecamatan Palu Timur Kodya Palu atas persetujuan Gubernur Sulawesi Tengah Bapak Abdul Aziz Lamadjido, SH dan Bupati Donggala Bapak B. Paliudju.
e) SK Menteri P dan K Nomor 0627/O/1989 Tanggal 21 September 1989 tentang pemberian status terdaftar Fakultas Hukum Jurusan Perdata dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi.
f)  Pencoran pertama gedung induk Universitas Muhammadiyah Palu yang berlantai tiga oleh Bapak Harmoko Menteri Penerangan Republik Indonesia pada tanggal 22 Maret 1990.
g) Mesjid Ulil Albab di Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Palu adalah sumbangan Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang diresmikan oleh Bapak H. Ahmad Harmoko Menteri Penerangan Republik Indonesia pada tanggal 27 September 1992.
h) Pada tahun ajaran 1993-1994 Fakultas Pertanian mulai beroperasi sekalipun SK Pengesahan dari Depdikbud menyusul, yakni SK. Dirjen Pendidikan Tinggi No. 421/DIKTI/Kep/1996 tangga 8 Agustus 1996. Fakultas Pertanian ini mempunyai dua jurusan yakni jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agrobisnis dan Jurusan Manajemen Hutan yang berarti mahasiswa sudah dapat mengikuti Ujian Negara pdaa tahun itu, setelah memperoleh NIRM dari Kopertis Wilayah IX Sulawesi di Ujung Pandang.
i) Pada tanggal 1 Januari 1995 gedung perkantoran Universitas Muhammadiyah (pinjaman) di Bumi Nyiur terbakar.
j) Pada tanggal 29 Maret 1995 diletakkan batu pertama gedung perkantoan Universitas Muhammadiyah Palu berlantai dua di Kampus Biru oleh Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Bapak Jenderal TNI Feisal Tandjung bersama Gubernur Sulawesi Tengah Bapak Abdul Aziz Lamadjido, Sh dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Bapak Drs. H. Rusdy Toana disaksikan oleh 15 Jenderal di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Banurusman, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Sulatin, juga hadir Menteri Agama dr. H. Tarmidzi Thaher dan Menteri Kependudukan dan BKKBN Prof. DR. Haryono Suyono dalam menghadiri pembukaan Perkampungan Kerja Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah  (PKM-PTM) se- Indonesia di Palu yang diketuai oleh Pembantu Rektor III Drs. M. Noor Hasan, M.Si.