Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, melalui Wakil Rektor 3 Unismuh Palu, Ir. Syaifuddin Nasrun., MP, mengimbau kepada mahasiswa Unismuh Palu tidak berpolitik praktis di dalam kampus.

Baik secara perseorangan mengkampanyekan calon tertentu, terlebih jika menggunakan sarana organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Jika ditemukan melakukan gerakan seperti itu, maka mahasiswa bersangkutan akan diajukan dalam sidang kode etik kampus, bahkan sanksi terberat yang bisa mahasiswa terima jika berkali-kali melakukan pelanggaran berat, adalah di keluarkan dari dalam kampus.

Himbauan ini dikeluarkan setelah melihat pesta demokrasi sudah semakin dekat, tepatnya tanggal 17 April 2019, suhu politik makin memanas, masing-masing tim sukses calon anggota dewan maupun calon pasangan presiden makin gencar menggalang suara, bahkan salah satu sasaran mereka adalah kantong-kantong suara yang masih mengambang, salah satunya adalah masyarakat kampus.

“Kampus Unismuh Palu, sejak awal sudah komitmen tidak berafiliasi dengan gerakan politik praktis, Unismuh secara kelembagaan pada posisi netral, tidak mendukung calon siapapun, namun memberikan kebebasan memilih pada setiap dosen, staf, dan mahasiswa, sesuai hati nurani mereka,” ungkap Syaifuddin Nasrun, Selasa (12/3/2019).

Jika ada mahasiswa ingin mengkampanyekan calon tertentu, dapat mereka lakukan di luar dari kampus Unismuh Palu, dan tidak membawa atribut apapun yang menyangkut Kampus Biru Unismuh Palu.

Bagi Syaifuddin, kampus adalah tempat mahasiswa belajar dan memperdalam keilmuannya, belajar pengembangan diri melalui organisasi yang ada di dalam kampus, belajar berpikir kritis. Namun tidak dibenarkan melakukan gerakan politik praktis, karena area kampus tidak dibenarkan diwarnai oleh kepentingan politik praktis. Sebab politik praktis cenderung mengedepankan kelompok atau oknum.

“Namun bukan berarti saya larang mahasiswa peduli pada urusan politik praktis, karena itu penting bangsa dan negara, apalagi kita ini adalah bangsa yang mengedepankan asas demokrasi, hanya saja kalau di dalam kampus jangan dulu, urusan politik praktis tempatkan di luar kampus,” jelasnya.

Bahkan, dosen pertanian ini secara pribadi, mendorong mahasiswa menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi tanggal 17 April 2019 akan datang. “Jangan sampai tidak berkontribusi pada tanggal 17 April 2019, jangan apatis pada pesta demokrasi nanti, gunakan hak suaranya, satu suara itu sangat berharga bagi bangsa dan negara ini,” pesannya.

Sumber: https://sultengraya.com/75753/rektor-imbau-mahasiswa-tidak-politik-praktis-di-dalam-kampus/