Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, hingga hari ini masih terus berada di lokasi pengungsian banjir bandang, Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, ikut serta terlibat bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) meringankan beban masyarakat korban banjir bandang.

Desa Bangga menjadi wilayah terparah dari lima desa terendam banjir dan lumpur akibat luapan Sungai Ore yang membelah desa itu. Tercatat 696 KK yang tinggal di desa ini, dan sebanyak 500 unit rumah rusak terendam lumpur terutama di dusun satu dan dusun dua.

Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM., melalui humasnya Fery Isa Abdillah, S.Sos., MSi saat dihubungi mengatakan, para mahasiswa tersebut akan terus bertahan hingga bulan puasa berakhir, selama itu mereka terus berjibaku membantu meringankan beban masyarakat korban banjir bandang.

Baik berbentuk membagikan sembako berupa mie instan, minuman mineral, pakaian layak pakai, dan takjil untuk berbuka puasa. “Sudah menjadi komitmen universitas, untuk selalu hadir ditengah-tengah masyarakat mambantu meringankan beban mereka yang terkena musibah,” kata Fery. Kamis (16/5/2019).

Terlebih saat ini bulan puasa, ini adalah bulan terberat yang mereka harus lalui bersama keluarganya. Harus tinggal sementara di tenda-tenda pengungsian, saat tengah hari harus merasakan panasnya terik matahari sekalipun di dalam tenda. Hal sebaliknya saat malam hari, rasa dingin menusuk hingga ditulang harus mereka biasakan.

Karena harta benda mereka, seperti rumah dan perabot rumah banyak rusak dan tidak dapat dimanfaatkan lagi akibat terendam lumpur berhari-hari setinggi dua meter.

Atas kondisi seperti ini kata Fery, sebagai masyarakat akademis, termasuk mahasiswa harus bisa hadir ditengah-tengah mereka, paling tidak dengan kehadiran para mahasiswa dan dosen, mereka tidak merasa sendiri karena masih banyak saudara mereka di luar sana yang memiliki kepedulian pada mereka.

Terlebih, jika kehadiran itu juga bisa meringankan beban ekonomi mereka, seperti yang dilakukan Unismuh Palu selama ini berupa pembagian sembako, air mineral, baju dan takjil.

“Sebenarnya, ini juga bisa dinilai sebagai bentuk promosi institusi (universitas), dengan kehadiran kami di tengah-tengah masyarakat Bangga, masyarakat Bangga bisa lebih mengenal lebih dekat kampus Biru Unismuh Palu,” terang Fery.

Sumber: https://sultengraya.com/79459/mahasiswa-unismuh-terus-berbagi-di-bangga/