Sebanyak 201 peserta Praktek Pengalaman Lapangan (PPL), dari Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Palu, mengikuti pembekalan selama dua hari, di Aula FAI, 12 hingga 13 September 2019.

Mereka diminta selama melakukan PPL melakukan transformasi pengetahuan, sebagai bagian dari pengabdian di masyarakat dalam membangun peradaban yang berkemajuan.

PPL bukan hanya sekadar menuntaskan salah satu tahapan untuk mendapatkan gelar kesarjanaan, melainkan memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni menciptakan suasana akademik, ada transformasi pengetahuan, belajar berinteraksi dengan masyarakat, dan pengembangan literasi.

“Literasi yang dimaksud, bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan harus mampu menganilasa, membaca, berpikir, terukur dan sistematis melihat kondisi di lapangan, itupun harus ojektif melihat kondisi,” pesan Rektor Unismuh Palu, melalui Wakil Rektor 1 Unismuh Palu, Dr. Rafiuddin Nurdin, saat membuka pembekalan. Kamis (12/9/2019).

Pengetahuan yang mereka peroleh selama di bangku kuliah dinilai sudah cukup sesuai dengan keahlian dan program studi masing-masing, namun bukan berarti selama mengikuti program PPL mereka tidak perlu belajar lagi, karena di luar sana di tempat PPL ada segudang pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk masa depan.

Karena yang namanya bangku kuliah hanya menerima teori, dan masih banyak pengetahuan di luar sana terutama di lapangan kerja yang tidak bisa didapatkan di bangku kuliah, minimal berupa pengalaman.

Selain itu, Warek 1 juga meminta kepada peserta PPL tidak hanya menuntaskan program PPLnya, melainkan juga mensosialisasikan kampus biru Unismuh Palu di masyarakat, dimana kampus ini telah memiliki delapan Fakultas, 17 prodi dan satu pascasarjana.

Terlebih kampus biru Unismuh Palu memiliki kelebihan dari Perguruan Tinggi lain. Perguruan Tinggi manapun hanya memiliki tiga pilar, yakni Penelitian, Pengabdian, dan Pengajaran.

Sementara kampus ini memiliki empat pilar, selain Penelitian, Pengabdian, dan Pengajaran, juga memiliki Alislam Kemuhammadiyaan, ini adalah sebuah gerakan Kemuhammadiyaan, memberikan dan memurnikan pemahaman keagamaan.

“Ada sebuah kata bijak, Ilmu yang tidak diberangi agama adalah buta. Agama tidak diberangi ilmu adalah lumpu. Kedua-duanya ini saling membutuhkan. Jika hanya ilmu tidak dibarengi agama lahirlah orang-orang rakus seperti koruptor. Sementara agama yang tidak diberengi ilmu, lahirlah orang-orang fanatik buta, seperti terorisme,” jelas Rafiuddin.

Sejalan dengan pesan Wakil Rektor, Dekan FAI Unismuh Palu, Dr. Normawati menitipkan peserta kepada peserta PPL, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa Fakultas Agama Islam bukan hanya tempat mengajarkan mahasiswa mengaji, ceramah dan baca doa.

Namun di fakultas ini juga banyak memiliki sejumlah keunggukan lainnya, tidak kalah dengan fakultas lainnya yang ada di perguruan tinggi lain. Seperti kemampuan beracara (dapat menjadi pengacara, hakim, panitera), kemampuan di bidang ilmu ekonomi (ekonom, bankir, analisis ekonomi syariah) dan sebagainya.

Dekan juga menguraikan, bahwa ke 201 peserta PPL ini berasal dari lima program studi yang ada, dan akan mengikuti program PPL selama dua bulan, mereka di tempatkan sesuai dengan bidang keilmuannya, seperti Hukum Ekonomi Syariah (HES) di perbankan, Hukum Islam/Akhwal Syakhsiyah (HS) di Pengadilan Agama Palu, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) di media cetak dan elektronik, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Piaud) di TK Aisyah Palu dan di Sojol, Kabupaten Donggala, dan yang terakhir Pendidikan Agama Islam (PAI) di di sejumlah sekolah baik Kota Palu maupun yang ada di Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala.

Sumber: https://sultengraya.com/84081/peserta-ppl-harus-lakukan-transformasi-pengetahuan/