Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, bisa bersumber dari diri sendiri maupun orang lain. Wawasan yang luas sangat dibutuhkan seiring berjalannya kehidupan yang semakin global.

Baitul Arqam adalah salah satu kegiatan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan (LP2AIK) yang bisa dijadikan sebagai salah satu ajang penambah wawasan dan pengetahuan tentang Islam dan Kemuhammadiyahan, sekaligus sebagai salah satu inovasi dalam peningkatan kualitas lulusan, baik secara akademik maupun spiritualitas.

Baitul Arqam sendiri adalah suatu bentuk pembinaan di Muhammadiyah yang berorientasi pada pembinaan ideologi keislaman dan kepemimpinan. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman keislaman, menciptakan kesamaan dan kesatuan sikap, integritas, wawasan dan cara berpikir di kalangan anggota persyarikatan dalam melaksanakan misi Muhammadiyah.

Senin (13/7) hingga Rabu (15/7) puluhan mahasiswa studi akhir mengikuti Baitul Argam yang dilaksanakan oleh LP2AIK Unismuh Palu, di aula rektorat Unismuh Palu. Di Baitul Argam itu, mereka mempelajari paham Agama sebagaimana Alquran dan Hadis yang menjelaskan prinsip prinsip ibadah yang benar.

Kegiatan ini wajib diikuti oleh setiap mahasiswa studi akhir, bahkan menjadi salah satu syarat wajib yang dimiliki oleh mahasiswa Unismuh Palu untuk pengajuan wisuda. Tidak heran, jika di dalam Baitul Arqam terdapat sejumlah mahasiswa non Muslim ikut terlibat di dalamnya.

Usai mengikuti Baitul Arqam selama tiga hari, dilanjutkan pembentukan kelompok, di setiap kelompok terdapat di dalamnya mentor dari dosen, bertujuan untuk lebih memperdalam kajian keilmuan yang perna didapatkan di dalam Baitul Arqam.  Minimal pertemuan dalam sehari selama 5 sampai 15 menit.

Kepala LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Mustamin Idris, M.Si mewakil Rektor Unismuh Palu, Dr Rajindra, saat menutup kegiatan Baitul Arqam, berharap para peserta ada perubahan usai mengikuti proses Baitul Arqam selama tiga hari itu dan dilanjutkan proses belajar kelompok salama seminggu kedepan. Paling tidak sudah dapat sholat diawal waktu.  Begitujuga dengan bacaan Alqurannya. Jauh lebih baik setelah keluar dari Baitul Arqam.

Namun katanya, bagi yang sudah sedari awal memiliki bacaan Alquran yang bagus, paling tidak bisa menambah hafalannya. Begitujuga dengan akhlaknya semakin bagus.  Dalam kehidupan sehari-hari dapat menunjukan  ahlak yang baik, sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah, sekalipun tidak sama persis dengan akhlak nabi, paling tidak berusaha seperti akhlak nabi. “Nilai-nilai Islam itu harus mewarnai kehidupan sehari-hari,”kata Mustamin. Rabu (15/7/2020).

Mustamin berpesan, agar lulusan Baitul Arqam ini ikut berkontribusi dalam gerakan dakwah Muhammadiyah dan melaporkan diri ke setiap cabang, atau ranting yang ada di daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia Baitul Arqam, Dr. Nurhayati. S Nokoe mengatakan, ini adalah angkatan pertama tahun akademik 2020/2021, dalam waktu dekat akan kembali dilakukan Baitul Arqam angkatan kedua, dikhususkan bagi mahasiswa studi akhir yang belum sempat mengikuti Baitul Arqam angkatan pertama, dan juga diberikan kesempatan bagi mahasiswa yang tidak lulus di Baitul Arqam angkatan pertama untuk ikut kembali diangkatan kedua.

Sumber: https://sultengraya.com/read/96760/unismuh-palu-bentuk-kader-muhammadiyah-lewat-baitul-arqam/