Memasuki usia ke-37 Tahun, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu terus berbenah diri dari berbagai bidang, guna mensinkronkan dengan kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar yang dicanangkan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Hal itu tertuangkan dalam pesan Almamater Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM pada Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka merayakan Milad Ke-37 Unismuh Palu, sekaligus melaksanakan Wisuda Sarjana ke-49 dan Pascasarjana ke-5, di aula rektorat, Senin (31/8/2020) kemarin.

Rektor menyampaikan pencapaian Garis-Garis Besar Penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Palu Tahun Akademik 2019/2020, Pertama, pengembangan kualitas SDM, yaitu  peningkatan kualifikasi akademik Program Doktor dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dimana pada Tahun 2019, dosen yang  berkualifikasi  S3 (doktor)  sebanyak  27 orang  Doktor  dan  pada  Tahun  2020 mengalami peningkatan sebanyak 3 (tiga) orang, saat ini total dosen yang berkualifikasi Doktor sebanyak 30 orang.

Dari ke 30 orang dosen yang berkualifikasi doctor tersebut, semuanya terdistribusi di 20 Program Studi Sarjana dan Program Studi Pascasarjana. Bukan hanya itu, masih ada sebanyak 20 orang dosen lainnya yang kini berstatus sebagai calon doktor dalam proses penyelesaian studinya.

Tidak hanya itu katanya, percepatan jabatan fungsional akademik juga terus dilakukan, dengan mendorong para dosen untuk mengurus kenaikan jabatan fungsional akademik.

“Hasilnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan di Tahun akademik 2019/2020 di banding Tahun Akademik sebelumnya 2018/2019, khususnya jabatan fungsional Lektor mengalami peningkatan sebanyak 16 orang. Dan untuk jabatan fungsional Lektor Kepala pada tahun ini (2020) telah  diajukan  sebanyak  10  orang  dosen. Untuk Guru Besar alhamdulillah saat ini dalam tahapan proses kelayakan,”ungkap rektor.

Sementara terkait kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), juga telah mengambil langkah-langkah strategis, diantaranya Me-redesign  atau  mereformulasi  kurikulum khususnya pada 3 (tiga) semester, yakni pada semester 5, 6, dan semester 7 atau setara dengan 60 Satuan Kredit Semester (SKS) yang pelaksanaan proses belajar- mengajar lebih berorientasi pada jam kegiatan.

“Seperti magang atau praktek kerja di institusi pemerintah, BUMN, BUMD, BUMS,     maupun di industri atau perusahaan sesuai tuntutan dan kebutuhan global saat ini,”jelas rektor.

Selain itu, juga seperti proyek di desa/KKNT dalam membangun ekonomi rakyat, Pertukaran mahasiswa, baik dalam skala regional, nasional, maupun dalam skala internasional, Asistensi mengajar di satuan pendidikan,  penelitian/riset, Proyek kemanusiaan, Kegiatan Kewirausahaan/  pemberdayaan  UMKM, dan Membangun Desa.

Tidak hanya itu, Unismuh Palu juga tengah membangun jejaring  kemitraan atau kerjasama yang merupakan  bagian  terpenting  dari kebijakan  Merdeka  Belajar  Kampus Merdeka (MBKM).

“Alhamdhulillah saat ini, Unismuh Palu telah dan terus melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, baik dalam skala regional, nasional maupun internasional, juga kerjasama yang telah dibangun dengan institusi pemerintah daerah serta stakeholders lainnya, seperti; BUMN, BUMD, BUMS dan dunia industri/perusahaan,”ungkapnya.

Sementara itu, melalui pidato Virtual Ketua Majelis Dikti Litbang Muhammadiyah Prof. Lincolin Arsyad, M.Sc., P.hD, meminta kepada pimpinan Unismuh Palu untuk terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pihak swasta.

Termasuk katanya dengan sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyah. “Yang sudah dipertahankan dan yang belum ditingkatkan, ini sejalan dengan tuntutan zaman saat ini, terus bergerak bersama membangun perguruan tinggi,”ucap Prof. Lincolin.

Sumber: https://sultengraya.com/read/98471/di-usia-ke-37-tahun-unismuh-palu-terus-berbenah/