Sebagai bentuk pembinaan Al-Islam Kemuhammadiyaan (AIK) bagi dosen, pegawai, dan seluruh Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, rektor telah memerintahkan agar Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyaan bekerjasama dengan Takmir  Masjid Ulil Albab Unismuh Palu, dan Pemuda Muhammadiyah  untuk merutinkan pengajian bulanan, jika perlu tidak lagi satu kali sebelum, namun lebih dari sekali dalam sebulan.

Hal tersebut bertujuan untuk memperdalam pemahaman para dosen, pegawai dan seluruh Civitas Akademika Universitas yang ada tentang keputusan-keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, baik itu berkaitan dengan iman dan ibadah, maupun yang berkaitan dengan permasalahan sosial kemasyarakatan.

Selain juga untuk mengetahui sikap-sikap resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait kondisi terkini yang ada di masyarakat, bangsa, dan negara. Karena sebagaimana diketahui, dalam lingkungan Muhammadiyah tarjih diartikan sebagai wadah aktifitas intelektual untuk merespon permasalahan sosial dan kemanusiaan dari sudut pandang agama Islam.  Atau ijtihad mengenai suatu permasalahan dilihat dari persfektif Islam.

“Kalau perlu, tidak lagi sekali sebulan, tapi lebih dari itu, misalnya dua kali, nanti juga bisa bekerjasama dengan Pemuda Muhammadiyah,”sebut rektor belum lama ini, di Masjid Ulil Albab.

Kata rektor, diharapkan lewat pengajian ini dapat menjadi wadah untuk merewat inteletual dosen, pegawai, dan seluruh Civitas Akademika Unismuh Palu sebagai masyarakat Islam berkemajuan, yang selalu berlandaskan al-Qur’an dan al-Sunnah dalam setiap geraknya.

Mengingat prinsip gerakan Muhammadiyah itu, yakni dakwah amar ma’ruf nahi mungkar serta gerakan tajdid yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah.

Sebelumnya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW)  Muhammadiyah Sulteng Hadie Sutjipto, juga perna mengatakan bahwa pengajian adalah ruh dari Muhammadiyah, tanpa pengajian Muhammadiyah akan kehilangan ruh.

Katanya, salah satu unsur kenapa Muhammadiyah terus eksis hingga hari ini, bahkan usianya telah mencapai lebih dari satu abad, cenderung terus mengalami peningkatan, bahkan telah sampai go internasional. Disebabkan karena membudayakan pengajian. “Pengajian itu adalah ruh Muhammadiyah, ini adalah salah satu unsur eksisnya Muhammadiyah,”ujar Hadie Sutjipto.

Sumber: https://sultengraya.com/read/108826/rektor-perintahkan-rutinkan-pengajian-di-kampus/