Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Dr. H. Rajindra, SE., MM telah dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen oleh Koordinator Lembaga Layanan Dikti Wilayah XVI (Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah), Prof. Dr. Ir. H. Mahludin, M.Si dalam sidang senat terbuka bertempat di Gedung Islamik Center Unismuh Palu, Rabu (27/10/ 2021).

Prof. Rajindra telah ditetapkan sebagai guru besar di bidang Ilmu Manajemen, berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) Nomor 64152/MPK.A/KP.05.01/2021 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen yang ditetapkan pada tanggal 21 September 2021 di Jakarta dan ditandatangani oleh Mendikbudrestik Nadiem Anwar Makarim.

Sekaligus ini menjadikan Prof. Rajindra sebagai guru besar pertama yang dimiliki Unismuh Palu dan juga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi Tengah, serta menempati urutan ke 133 sebagai guru besar di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si dalam sambutannya secara virtual berharap kepada Prof. Rajindra, dan juga seluruh guru besar yang ada di perserikatan Muhammadiyah, agar memanfaatkan dan memancarkan ilmu dan pengalaman keilmuannya yang telah  diraih dalam perjalanan panjang tersebut, untuk bersama-sama di dalam sistem Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Aisyah dan pergerakan Muhammadiyah, yang terus mencerahkan, mencerdaskan akal budi, karakter, dan alam pikiran masyarakat luas.

Sehingga kehadirannya tidak berada di manara gading, tetapi membumi di realitas kehidupan perserikatan, ummat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Sebagai Ulil Albab, bahkan lebih meningkat lagi sebagai Ar-Rasikhuna fi’l I’lmi.

Menjadi doktor dan guru besar kata Prof. Haedar di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah dengan etos keislaman Ulil Albab atau Ar-Rasikhuna fi’l I’lmi, itu harus mampu menjadi sosok-sosok yang mampu berfikir secara mendalam, luas, banyak perspektif, dan sekaligus juga memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi kemajuan hidup, bagi perserikatan, ummat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.

“Karena nilai kehidupan kita itu ujungnya yang paling nyata adalah kemanfaatan, sebagaimana sabda nabi sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat terbaik terhadap sesama dan lingkungannya,”pesan Prof. Haedar.

Bangsa ini kata, masih memerlukan usaha-usaha mencerdaskan dan mencerahkan baik dalam karakter maupun alam pikiran dan tindakan. Agar bisa menjadi bangsa yang semakin matang, agar menjadi bangsa yang semakin cerdas, sekaligus juga mencerdaskan kehidupan. Sebagaimana juga sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jangan sampai warga bangsa dan elit bangsa ini, karena kurang terdidik atau tidak memperoleh sinar ilmu, biarpun terdidik, kemudian menjadi warga bangsa dan elit bangsa mengalami proses pembodohan. Atau juga membodohkan orang banyak. Karena berbipikir tidak logis, tidak faktual, tidak ilmiah, dan tidak berpikir atas azas-azas kebenaran yang diterima yang menjadi standar orang banyak. Hanya berpikir berdasarkan kehendak dan alam pikiran sendiri yang tidak teruji dalam nalar sains, nalar kebenaran, dan nalar kebajikan publik,”ujarnya lagi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ir. Moh. Faisal Mang MM menyampaikan selamat dan sukses kepada Prof. DR. H. Rajindra SE, MM, Rektor Universitas Muhammadiyah yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen pada Universitas Muhammadiyah Palu.
Atas nama Gubernur Sulawesi Tengah kami ucapkan selamat, semoga apa yang kita laksanakan pada hari ini benar-benar memberikan nilai tambah dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas beriman dan berakhlak mulia. Saya menyambut baik atas lahirnya para pendidik yang benar-benar bisa diandalkan dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi karena untuk menjadi seorang guru besar tentu tidak semudah apa yang kita bayangkan,” sebut Asisten Faisal Mang

Lebih lanjut dikatakannya, seorang guru besar harus memiliki kriteria yang pantas dalam membina, membimbing dan mendidik dari berbagai ilmu pengetahuan maupun teknologi yang sejalan dengan perkembangan kemajuan, hadirnya guru besar pada perguruan tinggi juga diharapkan lebih meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di perguruan tinggi khususnya di Universitas Muhammadiyah Sulawesi Tengah Palu.

Perjalanan dunia pendidikan di perguruan tinggi lanjut gubernur, tentu masih ada kekurangan walaupun capaian sudah didapatkan namun perbaikan mutu pendidik di semua jenis dan jenjang pendidikan sesuai kebutuhan harus terus dilakukan salah satunya dengan menciptakan guru besar para pendidik yang memiliki wawasan pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas dan menentukan kemajuan lembaga pendidikan tinggi itu sendiri.

“Guru besar merupakan sebuah amanah, bukan sekedar gelar tertinggi dalam dunia pendidikan karena itu guru besar merupakan profesi yang harus bisa memberikan keteladanan dan juga tentu harus bisa memberikan sumbangsih yang nyata dalam kehidupan manusia. Jangan sampai hanya menjadi menara gading yang sibuk dengan urusan sendiri, sudah saatnya guru besar harus menjadi insan cendekia yang bisa menebar manfaat,” jelas Asisten Faisal Mang dalam sambutan gubernur.

Sumber: https://sultengraya.com/read/120017/dikukuhkan-sebagai-guru-besar-bidang-manajemen-ketum-muhammadiyah-harapkan-prof-rajindra-memancarkan-keilmuannya-di-masyarakat/