Tiga dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu telah melakukan pengabdian pada masyarakat di Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berupa pelatihan pembuatan Hand Sanitizer.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak Oktober hingga November 2021, dengan melibatkan masyarakat setempat, kegiatan tersebut didanai oleh bantuan hibah Risetmu dari PP Muhammadiyah sebesar Rp. 10.000.000.

Hibah Risetmu ini merupakan kompetisi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari seluruh dosen di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) seluruh Indonesia, dana Hibah Risetmu tersebut cair dalam dua tahap, tahap pertama 60 persen pada bulan September dan tahap kedua 40 persen pada bulan Desember 2021.

Ketiga dosen itu, masing-masing Abdul Halik, S.Pd.i., M.Pd.i (ketua), Fatmawati, SE., M.Pd.i dan Rahmawati, S.Pd.i., M.Pd.i masing-masing sebagai anggota.

Abdul Halik menguraikan, ia bersama kedua rekannya itu sengaja memfokuskan diri pada pembuatan Hand Sanitizer karena bertepatan di masa pandemi covid-19, dimana masyarakat sangat membutuhkan Hand Sanitizer sebagai salah satu upaya protokol kesehatan mencegah penularan virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi sendiri merupakan salah satu desa yang memiliki sumber daya alam penghasil Air Nira/Enau yang cukup besar. “Untuk itulah kami manfaatkan Air Nira atau Enau itu sebagai bahan utama pembuatan Hand Sanitizer itu, dimana masyarakat setempat dengan mudah mendapatkan Air Nira itu,”jelas Abdul Halik, Selasa (30/11/2021).

Dengan memanfaatkan itu katanya, ditambah dengan bahan lainnya seperti Alkohol 70%, Aloevera/Lidah Buaya, dan Pewangi. Diaduk rata hingga seluruh bahan tercampur rata, kemudian dimasukkan ke dalam botol spray, maka hand sanitizer siap untuk digunakan.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap sosialisasi tentang pentingnya Hand Sanitizer dalam membersihkan tangan dari kuman dan cara pembuatan Hand Sanitizer dari bahan dasar Air Nira/Enau dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2021, kemudian tahap kedua yakni pelatihan pembuatan Hand Sanitizer dari bahan dasar Air Nira/Enau dilaksanakan pada tanggal 3 November 2021.

Dengan cara seperti itu katanya, maka masyarakat bisa membuat Hand Sanitizer secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di sekitarnya, bahkan dapat menjadi lahan ekonomi baru bagi masyarakat di tengah himpitan ekonomi di masa Covid-19.

Sumber:https://sultengraya.com/read/122416/dosen-fai-unismuh-palu-latih-masyarakat-buat-hand-sanitizer/