Debat Konstitusi Tadulako Low Fair 2019 berlangsung selama tiga hari, 5 hingga 7 Desember 2019, di Universitas Tadulako di menangkan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palu dengan meraih juara 1 dan 3.

Fakultas Hukum Unismuh Palu mengirim sebanyak dua group masing-masing Montesquieu digawangi oleh Muhammad Sahrul (semester 1), Isnu Kurniawan (semester 1) dan Maria Ulfa (semester 1) berhasil mengungguli semua lawan debatnya, meskipun lawan debatnya rata-rata seniornya dari segi angkatan.

Sementara Kelompok Jhon Locke digawangi oleh Muhammad Arung Mabessa (semester III), Junaeni (semester III), dan Amriana Amri (semester 1) berhasil bertahan pada posisi juara 3.

Kegatan yang dipelopori oleh Fakultas Hukum Untad itu, pada babak penyisihan mengangkat tiga tema, yakni penyelesaiaan sengketa pilkada oleh MK, Pembubaran Ormas tanpa izin pengadilan, dan terakhir penyadapan tanpa izin pengadilan oleh MK.

Pada babak penyisihan keduanya masih unggul, namun saat memasuki semi final dengan mengangkat tema Sistem juri dalam peradilan Indonesia, kelompok Jhon Locke, harus angkat tangan dan menyerah dengan kelompok Montesquieu dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Hak Asasi Manusia (STIH-HAM).

Memasuki final, kelompok Montesquieu dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Hak Asasi Manusia (STIH-HAM) kembali dipertemukan dengan mengangkat tema keberadaan klausul yang tidak dapat diubah dalam UUD NKRI 1945 setelah amandemen. “Alhamdulillah, kita bisa memang, sekalipun kami masih semester 1,”ungkap Muhammad Sahrul. Sabtu (7/12/2019).

Sekadar diketahui, keenam mahasiswa Fakultas Hukum Unismuh Palu ini, hanya memiliki persipan selama sembilan hari pasca diberi tugas oleh dosennya untuk mengikuti debat tersebut.

Dekan Fakultas Hukum Unismuh Palu, Dr. Osgar S Matompo, menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi yang ditorehkan oleh ke enam mahasiswanya itu.

“Alhamdulillah, kita semua patut bersyukur, ini hadiah akhir tahun bagi keluarga besar Fakultas Hukum Unismuh Palu secara khusus, dan Unismuh Palu secara umum, semoga prestasi seperti ini terus dipertahankan,”ungkap dekan.

Tidak kalah penting kata dekan, keenam mahasiswa itu tidak boleh berpuas diri dengan apa yang telah diraih, sebab tahun depan masih ada lagi debat dan harus bisa membuktikan jika dirinya tahun ini memang pantas meraih juara itu dengan cara mempertahankan gelar itu.

“Yang namanya hebat itu mampu mempertahankan, karena merebut itu jauh lebih mudah dari mempertahankan,”tutupnya. AMI

Sumber: https://sultengraya.com/88349/debat-konstitusi-tadulako-low-fair-2019-fakum-unismuh-palu-raih-juara-1-dan-3/