Konsorsium BUiLD, Gagas Masyarakat Tangguh Bencana

Perwakilan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu kembali ikut serta dalam Rapat Konsorsium project Building Universities in Leading Disaster Resilience (BUiLD), kali ini dilaksanakan di Kota Banjarmasin, tanggal 28 dan 29 Maret 2022 lalu.

Ini merupakan pertemuan tatap muka ke-3 antara universitas-universitas peserta. Kali ini Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang menjadi host menyelenggarakan kegiatan selama 2 hari itu.

Sebelumnya, pertemuan ini diadakan di Jogjakarta dengan tuan rumah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Islam Indonesia (UII). Tahun 2022 merupakan tahun ke-3 sekaligus terakhir rangkaian project ini yang bertujuan utama membangun perguruan tinggi tangguh bencana.

Unismuh Palu dan Universitas Ahmad Dahlan yang keduanya berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah menjadi peserta aktif dalam konsorsium yang beranggotakan delapan universitas dalam negeri dan empat universitas luar negeri.

Ke delapan universitas dalam negeri tersebut masing-masing Unismuh Palu, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Universitas Islam Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan,  Universitas President, Universitas Andalas, Universitas Surabaya, dan Universitas Khairun Ternate.

Sementara dari luar negeri seperti Hafelekar Austria, University College Copenhagen, Denmark dan Institute Polytechnic Porto, Portugal.

Salah satu hasil rapat akhir Maret itu menyepakati terbentuknya Asosiasi Kebencanaan sebagai keberlanjutan hasil dari proyek ini. Adapun nama Asosiasi itu adalah MaTaBencana yang merupakan akronim dari Masyarakat Tangguh Bencana yang memiliki filosofi bahwa Asosiasi ini selalu awas dan membuka mata terhadap kejadian bencana dan mampu berbuat dari segi Pendidikan, Penelitian dan PKM, Kerjasama, serta Pengumpulan Dana.

Hadir sebagai perwakilan Unismuh Palu dalam pertemuan itu masing-masing (Manajemen Build Unismuh Palu ) Dr. Sri Jumiyati, S.P., M.Si, dan Fikriani Aminun Omolu, S.S., M.Hum., M.Pd, serta  Nursalim, S.Kom., M.Kom mewakili Build Technical Development.

Sri Jumiyati menguraikan, bahwa konsorsium ini akan menyusun proyek atau program yang meliputi kurikulum, penelitan dan pendidikan tentang kebencanaan. Dimana setiap yang terlibat dalam konsorsium dituntut untuk mengembangkan tolak ukur kurikulum dalam pendidikan manajemen bencana, memberikan pelatihan kesadaran bencana dan membangun jaringan nasional dan Internasional untuk pertukaran pengetahuan, penelitian, inovasi dan penggalangan dana untuk memastikan keberlanjutan upaya ketahanan bencana di masa depan.

Kata Sri, Unismuh Palu sendiri sejak terlibat dalam konsorsium itu telah melakukan sejumlah kegiatan, baik itu penelitian, FGD, dan pelatihan, serta ikut aktif terlibat dalam penyusunan kurikulum mata kuliah kebencanaan di kampus ini.

“Unismuh Palu sejak terlibat dalam konsorsium ini, sudah berkali-kali melakukan kegiatan, tentunya berkaitan dengan tanggap bencana guna membangun perguruan tinggi tangguh bencana,”sebut Sri.

Sumber:https://sultengraya.com/read/130774/konsorsium-build-gagas-masyarakat-tangguh-bencana/