Pastikan Tidak Ada Mahasiswa Siluman, Terapkan Simak

Untuk memastikan tidak ada lagi mahasiswa siluman dan jual beli nilai di kampus, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu tahun akademik 2019/2020 menerapkan Sistem Informasi Akademik (Simak) berbasis teknologi informasi.

Di sistem ini, semua data mahasiswa, nilai, dosen, RKS dan matakuliah, bahkan sampai pembayaran SPP akan terdata secara sistimatis sehingga tidak ada lagi celah masuk bagi mahasiswa siluman. “Untuk meyakinkan tidak ada lagi yang namanya mahasiswa siluman dan jual beli nilai, maka saya putuskan untuk menggunakan sistem ini,” kata Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM. Rabu (17/7/2019).

Rajindra menegaskan, dirinya menerapkan toleransi Nol bagi oknum-oknum yang masih melakukan praktek-praktek kotor dalam dunia akademik di kampus Unismuh Palu. Sekalipun akhir-akhir ini informasi hal-hal seperti itu sudah mulai berkurang. Namun untuk menyakinkan dirinya jika itu sudah tidak ada, maka dirinya menerapkan sistem tersebut.

Karena dengan menggunakan sistem itu, maka secara otomatis mahasiswa yang tidak resmi terdaftar di kampus ini dengan sendirinya akan tersaring dan terlempar keluar sistem.

Begitu juga dengan jual beli nilai, oknum dosen yang nakal tidak memiliki waktu untuk melakukan praktek kotor tersebut, karena nilai hasil semester harus segera mereka masukan ke dalam sistem dalam waktu terbatas. Jika terlambat memasukan, maka dosen bersangkutan harus melalui operator. “Jika sampai operator yang memasukan, maka dosen bersangkutan akan mendapatkan teguran atas ketidak disiplinannya,” jelasnya lagi.

Selain bertujuan menghilangkan praktek-praktek kotor, juga bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada mahasiswa, baik itu terkait informasi nilai, mata kuliah maupun pelayanan administrasi. Seperti KRS, dimanapun mahasiswa bisa mendapatkan cukup diunggah di Simak, tidak perlu datang antri berjam-jam di kampus, dengan catatan terlebih dahulu melunasi kewajiban administrasi (SPP), karena akun tidak akan terbaca jika kewajiban administrasi tidak dilunasi.

Rajindra juga menguraikan, jika sebenarnya ini adalah bagian dari upaya memenuhi tuntutan perkembangan di dunia kampus. Dimana saat ini pelayanan dengan sistem manual sudah mulai ditinggalkan. Maka Unismuh Palu suka atau tidak suka harus menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan, jika tidak akan tertinggal jauh dengan kampus besar lainnya.

“Jika ingin menjadi kampus berkemajuan, maka harus mengikuti tuntutan zaman, salah satunya pelayanan berbasis Teknologi Informasi, tinggalkan secara bertahap sistem pelayanan manual,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah operator mulai dari tingkat Prodi, Fakultas dan Universitas, termasuk semua dosen dan perwakilan mahasiswa mengikuti sosialisasi dan pelatihan Sistem Informasi Akademik (Simak) dan Sistem Informasi Kepegawaian (Simpeg) selama tiga hari berturut-turut di Aula Rektorat dari  4nesia Telkom Bandung, perusahaan yang menciptakan sistem tersebut.

Sosialisasi dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman fungsi dan cara kerja kedua sistem itu, termasuk cara-cara penginputan data ke dalam sistem itu.

Sumber: https://sultengraya.com/82071/pastikan-tidak-ada-mahasiswa-siluman-terapkan-simak/