Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Unismuh,Dorong Guru Ikuti Perkembangan Zaman

Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, mendorong para tenaga pendidik mengikuti perkembangan dunia pendidikan di era 4.0, melalui seminar manajemen pendidikan.

Seminar tersebut dilaksanakan Sabtu (5/11/2022) dengan tema “Isu-isu Manajemen Pendidikan di Era 4.0” menghadirkan empat pemateri, masing-masing Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi S. Pd., M.Pd, Wakil Direktur I Pascasarjana Unismuh Palu Dr. Hj. Surni Kadir, M.Pd.i, Ketua Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam  Dr. Isnada Waris Tasrim, S. Pd., M.Pd, dan Pengembang Teknologi Pembelajaran Kanwil Kemenag Sulteng Dr. Irawan Hadi Patanggu, M.Pd.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. Rajindra, SE., MM melalui Direktur Pascasarjana Unismuh Palu, Dr. Syamsul khaling, SH., M.H saat membuka seminar tersebut, mengatakan seminar itu sangat bermanfaat, apalagi jika berbicara terkait era 4.0.

Dimana para tenaga pendidik atau guru-guru sebagai peserta dalam seminar itu adalah mereka-mereka yang lahir sebelum era 4.0, penting memahami perkembangan dunia pendidikan yang sejalan dengan kemajuan era 4.0. “Dengan perkembangan teknologi saat ini, buta huruf bukan lagi yang tidak bisa membaca melainkan yang tidak mampu memanfaatkan teknogi informasi,”sebut Dr Syamsul Haling, saat membuka seminar tersebut, di Aula Rektorat, Sabtu (5/11/2022).

Oleh karena itu katanya, respon para panitia seminar sangat tepat  dengan mengangkat tema “Isu-isu Manajemen Pendidikan di Era 4.0” karena guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dengan harapan katanya, melalui seminar ini bisa memberikan inspirasi terkait pemanfaatan teknologi di era teknologi informasi saat ini.

Sementara Hardi dalam pemaparannya mengatakan terdapat tiga aktor utama dalam dunia pendidikan yang sangat menentukan mutu dan kualitas pendidikan di sekolah, yakni pengawas, kepala sekolah, dan guru.

Jika pengawasnya hebat maka tentu akan melaksanakan supervisi, manajerial, dan akademik, dan tentu juga akan melahirkan kepala sekolah yang bagus. Namun sebaliknya, jika pengawasnya juga tidak hebat maka tentu juga akan melahirkan kepala sekolah yang tidak bagus.

Hardi melanjutkan, jika kepala sekolah yang bagus maka tentu juga akan melahirkan guru-guru yang prefesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Dimana guru merupakan salah satu komponen yang secara langsung memberi kontribusi menentukan terselenggaranya proses pendidikan yang efektif.

Keberadaan guru sebagai tenaga profesional diharapkan memiliki keahlian mentransformasi sesuai bidang keilmuannya dan mengembangkan potensi peserta didik. “Oleh karena itu kualifikasi dan kompetensi guru sangat berpengaruh dalam mewujudkan program pendidikan nasional. Menurut Undang- Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik,”ujar Hardi.

Katanya adanya perubahan kurikulum seiring dengan pergantian menteri pendidikan itu karena sesuai dengan kebutuhan zaman, dalam arti menyesuaikan dengan kebutuhan zaman itu, termasuk saat ini di era 4.0.

Di tempat yang sama, Surni Kadir juga dalam pemaparannya mengatakan guru itu adalah orang hebat yang mencerdaskan manusia, dengan akal yang mereka miliki potensi kecerdasan itu digunakan untuk mencerdaskan manusia lainnya.

Katanya, guru itu adalah sebagai agen perubahan, agen perubahan karena dalam lembaga pendidikan di sekolah, guru merupakan panglima utama yang bertugas membawa perubahan peserta didik, yang pada awalnya tidak tahu menjadi tahu, dari hasil proses kegiatan belajar dan mengajar serta penerapan nilai-nilai positif, baik secara privat maupun publik yang dilaksanakan secara profesional.

Namun disisi lain, guru juga harus punya kewibawaan, terdapat beberapa hal yang dapat membentuk kewibawaan seorang guru yaitu penguasaan materi yang diajarkan, metode mengajar yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, hubungan antara individu, pengalaman dan keterampilan guru itu sendiri.

Sumber:https://sultengraya.com/read/144927/prodi-manajemen-pendidikan-islam-pascasarjana-unismuhdorong-guru-ikuti-perkembangan-zaman/